Senin, 04 November 2019

Komunikasi Bisnis- Analisis Permasalahan Presentasi Bisnis


ANALISIS PERMASALAHAN PRESENTASI BISNIS


D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

Christin Yulianti ( 1721200022 )
Dosen Pengampu : Charisma Ayu Pramuditha,MHRM
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis



Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Multi Data Palembang








KATA PENGANTAR

        Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Kuasa atas segala limpahan rahmat dan kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tetang Franchise ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat menjadi referensi bagi pembisnis baru dalam memulai usahanya khususnya dibidang makanan.
      Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu serta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para membaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
        Makalah ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun isi makalah. Oleh sebab itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Palembang, November  2019
Penyusun
Christin Yulianti











BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Presentasi dilakukan untuk menyampaikan informasi atau pemikiran-pemikiran baru mengenai suatu masalah agar dapat dipahami oleh audience. Namun tidak semua orang bisa melakukan presentasi. Hal ini dikarenakan prosentasi dilakukan banyak orang, bahkan tidak jarang audience belum kenal sama sekali oleh presentator. Sehingga wajar jika presentator merasa gugup dan grogi yang akhirnya dapat mempengarui penampilannya di hadapan audience. Persiapan yang kurang sangat mempengaruhi seseorang ketika akan berpresentasi. Latihan dan memahami masalah yang akan dibahas terlebih dahulu, terkadang orang yang sudah mahirpun tetap akan merasa gugup pada awalnya. Ada beberapa trik dan tahap yang perlu diperhatikan dalam melakukan presentasi agar bisa lancar dan tidak terlalu gugup

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi. presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.

1.2  Rumusan Masalah
                       1.  Bagaimana cara berbicara dan presentasi dalam lingkungan bisnis?
             2. Bagaimana persiapan berbicara dan presentasi?
             3. Bagaimana cara untuk mengembangkan presentasi?
             4. Apa saja seni penyampaian presentasi?

1.3  Tujuan
                     1.  Untuk mengetahui cara berbicara dan presentasi dalam lingkungan bisnis.
            2. Untuk mengetahui persiapan berbicara dan presentasi.
            3. Untuk mengetahui cara untuk mengembangkan presentasi.
            4. Untuk mengetahui seni penyampaian presentasi.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Berbicara dan Presentasi dalam Lingkungan Bisnis
Presentasi bisnis bagi para staf manajer pada semua level/tingkatan dalam suatu perusahaan berskala menengah dan besar merupakan hal yang biasa. Baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi.
A.     Tujuan Presentasi Bisnis
Presentasi bisnis dapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalm setiap kegiatan bisnis. Seorang pembicara yang melakukan presentasi di hadapan audiens tentunya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Untuk melaksanakan hal tersebut diatas tentu dibutuhkan kesiapan mental dan pemahaman materi yang ingin disampaikan, alat bantu yang digunakan serta pemahaman yang baik terhadap audiens. 
B.     Persiapan Dasar
Presentasi yang baik haruslah didahului dengan persiapan yang matang, karena dengan melakukan persiapan setidaknya kita telah memiliki bahan yang akan kita sampaikan. Persiapan-persiapan tersebut meliputi :
1.      Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan.
Penguasaan terhadap materi yang akan disampaikan merupakan hal terpenting dalam sebuah presentasi. Berhasil atau tidaknya sebuah presentasi bergantung pa kemampuan pembicara dalam memahami setiap detail hal-hal yang terkan dung dalam isi materi presentasi.
2.      Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik.
Presentasi yang baik bukan hanya terlihat dari isi materi yang disampaikan tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana cara membawakannya. Apabila penyampaian presentasi dilakukan secara menarik, maka audiens akan merasa senang.
3.      Menganalisis siapa audiens.
Agar tujuan presentasi dapat tercapai, maka pembicara perlu mengenal siapa sebenarnya yang menjadi audiens. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kata tanya seperti apa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana, maka pembicara akan dapat menidentifikasi tentang siapa sebenarnya audiens yang dimaksud.
C.     Tahap-Tahap Presentasi Lisan Dalam Komunikasi Bisnis
Presentasi yang dilakukan secara lisan haruslah disampaikan secara sistematis. Hal ini untuk mencegah agar apa yang telah dan akan disampaikan tidak keluar dari topik utama pembicaraan, setidaknya dalam melakukan presentasi lisan harus memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1.       Persiapan berbicara (presentasi) yang berisi penetapan tujua, analisis audiens, perencanaan isi, panjang dan gaya bicara. 
2.       Pengembangan presentasi meliputi pembukaan, pokok-pokokpresentasi, penutup, tanya jawab dan alat bantu visual. 
3.       Penyampaian presentasi atu pidato.
D.    Mengakhiri Presentasi
Setiap presentasi, apakah presentasi itu pendek atau panjang, memerlukan pendahuluan pesan dan mengkaji pesan pada bagian akhir. Bagian akhir dari presentasi disebut juga dengan penutup biasanya berisi kesimpulan dan beberapa hal yang dijadikan rekomendasi untuk pelaksanaan suatu kegiatan

2.2 Persiapan Berbicara dan Presentasi
Persiapan berbicara atau presentasi, relatif sama dengan persiapan dalam menyusun pesan tertulisuntuk dikirimkan kepada audience. Saluran yang digunakan dalam media presentasi adalah saluran lisan. Karenanya, diperlukan beberapa teknik komunikasi khusus yang berbeda dengan komunikasi tertulis.
Ketrampilan berbicara di depan umum (public speaking) atau melakukan presentasi (presentation) secara efektif dengan bahasa lisan (verbal) adalah kebutuhan bagi orang-orang yang ingin sukses. Apapun profesi atau pekerjaan seseorang: politisi, pejabat pemerintah, manajer perusahaan, pegawai atau karyawan, professional, ilmuwan, pengusaha, dan guru – suatu saat pasti dituntut untuk berbicara atau memberi presentasi di depan orang banyak – dan kemampuannya berbicara itu secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak bagi pekerjaan atau diri pribadinya.
Teknik dalam berbicara di depan umum dan presentasi, dimana menurut beberapa pakar public speaking, seorang pembicara umum perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
1.      Pendekatan dan Permulaan
Begitu Anda berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang meyakinkan untuk diucapkan.
2.3 Cara Pengembangan Presentasi Bisnis
Di dalam presentasi bisnis, audiens pada umumnya sudah siap untuk mendengarkan apa yang akan dipresentasikan. Seperti halnya laporan tertulis, sebagian besar presentasi bisnis dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari audiensnya. Meskipun presentasi bisnis bisa mengandung unsur humor, tetapi presentasi bisnis tidak semata-mata dimaksudkan untuk memberi hiburan. Secara umum, format presentasi terdiri dari 3 bagian yaitu bagian pembukaan, bagian isi, dan bagian penutup.
1.      Bagian Pembukaan

Bagian pembukaan berisi/bertujuan mendapatkan perhatian audiens, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan audiens. Oleh karena itu, bagian pembukaan harus dibuat menarik agar audiens tertarik dan siap menerima presentasi.
a.       Menarik perhatian audiens
Sebelum pembicara menyampaikan materi presentasi, ia harus dapat menarik perhatian audiens terlebih dahulu. Mendapatkan perhatian audiens merupakan faktor penting dalam kesusksesan presentasi. Oleh karena sebaik apapun persiapan presentasi yang telah dilakukan, tanpa perhatian dari audiens, presentasi tidak ada maknanya
b.      Intensitas
Sesuatu yang lain dari hal yang ada di sekitarnya akan menarik perhatian, contohnya cahaya, suara, bau, dan objek. Cara menarik perhatian dengan intensitas dapat dilakukan dengan menampilkan objek, baik melalui OHP maupun viewer, atau menunjukkan objek yang tidak dibawa atau tidak dimiliki audiens.
c.        Gerakan
Objek yang bergerak biasanya lebih menarik daripada objek yang diam. Seorang pembicara yang tadinya duduk kemudian membuat gerakan berdiri akan lebih menarik perhatian audiens.
d.       Keakraban
Salah satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan mengacu pada keakraban. Jika pembicara dapat mengenali audiens, baik dalam hal nama, jabatan, atau prestasi, maka pembicara tersebut lebih menarik perhatian audiens daripada tidak mengenal sama sekali.

2.      Bagian Isi (Body)
Bagian isi atau sering disebut batang tubuh merupaka bagian terpenting dari presentasi, sedangkan bagain pembukaan dan penutup merupakan sarana yang mendukung bagian isi. Pada bagian isi semua latar belakang, pokok pikiran, alasan-alasan, dan kesimpulan dikemukakan. Oleh karena itu, bagian isi harus memiliki struktur yang jelas, dengan urutan pembahasan yang mudah dipahami dan berusaha mempertahankan perhatian audiens.
3.      Bagian Penutup
Bagian penutup harus terstruktur sehingga audiens memahami ide pokok yang disampaikan. Lebih dari itu, pada bagian ini pembicara harus memperhatiakan 3 hal yaitu (1) meringkas dan mengulang pokok pikiran; (2) menggarisbawahi tahap selanjutnya; dan (3) menutup dengan pesan positif 

4.      Periode Tanya Jawab
Periode tanya jawab adalah suatu sesi yang hampir selalu ada dalam presentasi. Tanya jawab di maksudkan untuk membantu audiens lebih memahami pesan yang kita sampaikan. Namun sering kali sesi tanya jawab menyebabkan ketakutan bagi presenter, yaitu ketakutan jika tidak bisa menjawab pertanyaan dan ketakutan tidak bisa memberikan jawaban yang maksimal.
Dalam menjawab pertanyaan audiens, presenter harus bersifat objektif, sabar, dan tidak berkesan merendahkan. Dengan demikian, sesi tanya jawab itu dapat membantu pembicara atau presenter dalam mencapai tujuan presentasi, bukan malah sebaliknya.




2.4 Seni Penyampaian Presentasi Bisnis
Ada berbagai seni dalam penyampain presentasi bisnis yaitu, sebagai berikut:
1.      Penggunaan Visual Aid
Dalam presentasi bisnis yang bersifat formal, pembicara memerlukan visual aid. Beberapa manfaat penggunaan visual aid adalah
·         Dapat menyederhanakan materi yang kompleks sehingga mudah dipahami audiens
·         Visual aid dapat membantu, baik pembicara maupun audiens untuk mengingat informasi penting dari presentasi itu.
Dalam penggunaan visual aid ada berbagai hal yang perlu di perhatikan salah satunya, yaitu:
a.       Menyusun Visual Aid
Dalam presentasi, pembicara dapat menggunakan dua jenis visual aid, yaitu:
·         Visual aid alam bentuk tulisan (text visual aid).
Pada umumnya, visual aid dalam bentuk tulisan digunakan untuk menunjukkan suatu kesimpulan presentasi atau untuk menunjukkan garis presentasi.
·         Visual aid dalam bentuk grafik (graphic visual aid)
b.      Memilih Media Visual Aid
Setelah memahami dua bentuk visual aid, yaitu tertulis dan grafik, selanjutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya dalam suatu presentasi. Media yang dapat digunakan untuk menyampaikan visual aid tersedia dari yang paling sederhana seperti handout sampai yang modern, yaitu komputer. Berikut akan dibahas masing-masing media secara singkat.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Presentasi bisnis kerap kali dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang keberhasilan presentasi secara efektif.
Presentasi bisnis memiliki empat tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis, menghibur audiens, menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu. Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja bertujuan untuk sekedar menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens. Sebelum melakukan presentasi bisnis perlu dipersiapkan beberapa hal seperti penguasaan materi yang ingin disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens dan menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya presentasi bisnis.
Alat bantu presentasi bisnis yang ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya mulai dari yang paling sederhana sampai pada alat bantu visual elektronik dengan teknologi canggih. Sebagai sarana pendukung dalam presentasi bisnis, alat bantu itu diharapkan mampu memperjelas pemahaman para audiens dalam menangkap suatu materi dan menarik bagi audiens.

Senin, 10 Juni 2019

TUGAS AKHIR MSDM - REVIEW JURNAL NASIONAL & INTERNASIONAL


Review Jurnal MSDM ( Nasional I )
Judul
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. FIF GROUP MANADO
Jurnal
Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Volume & Halaman
Vol.5 No.2
Tahun
Oktober 2016 – Desember 2016
Penulis
Meike Bawarodi B. Tewal Michael Ch. Raintung
Reviewer
Christin Yulianti ( 1721200022 )
Tanggal
10 Juni 2019

Tujuan Penelitian
1. Pengaruh simultan dari Kepemimpinan Transaksional dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. FIF GROUP Manado
2. Pengaruh Kepemimpinan Transaksional terhadap Kinerja Karyawan pada PT. FIF GROUP Manado
3. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. FIF GROUP Manado.
Subjek Penelitian
Kepemimpinan transaksional, Budaya organisasi, Kinerja karyawan
Metode Penelitian
Analisis Regresi Linier Berganda
Langkah-langkah Penelitian
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
1.Bila pengaruh kepemimpinan transaksional meningkat, maka kinerja karyawan juga meningkat.
2.Bila budaya organisasi meningkat, maka kinerja karyawan juga meningkat.

Hasil Penelitian
Hipotesis 1:
Kepemimpinan transaksional dan budaya organisasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang ada di PT. FIF Group cabang Manado. Berdasarkan hasil perhitungan dengan statistik manual diperoleh nilai F hitung > F tabel. ini menandakan bahwa kepemimpinan transaksional dan budaya organisasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian model regresi dalam penelitian ini adalah baik. Secara bersama-sama hubungan antara kedua variabel yaitu kepemimpinan transaksional dan budaya organisasi berdasarkan koefisien korelasi hubungannya cukup kuat, sedangkan pengaruh antara kepemimpinan transaksional dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan kurang dari 20% sedangkan lebih dari 80% dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar model penelitian ini.
Hipotesis 2:
Hasil pengujian regresi berganda diperoleh nilai koefisien regresi kepemimpinan transaksional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, artinya apabila kepemimpinan transaksional yang ada di FIF Group cabang Manado semakin baik, maka kinerja karyawan akan meningkat atau pada kategori setuju. Kepemimpinan transaksional merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dalam penelitian ini. Hasil ini sesuai dengan atau mendukung hasil penelitian sebelumnya yaitu penelitian dari: Wahyuni (2015), Yuningsih (2015), Italiani (2013), Awan (2014), Hartanto (2014), Pradana dan Hamid (2015), Kusumawati dan Ansori (2015). Dimana dalam penelitian sebelumnya tersebut dengan penelitian ini sama-sama diperoleh hasil temuan dari uji hipotesis bahwa gaya kepemimpinan khususnya gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh terhadap kinerja sumber daya manusia yang bekerja pada organisasi.
Hipotesis 3:
 Hasil pengujian regresi berganda diperoleh nilai koefisien regresi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, artinya apabila budaya organisasi yang ada di FIF Group cabang Manado semakin baik, maka kinerja karyawan akan meningkat atau pada kategori setuju. Budaya organisasi merupakan variabel terendah dibandingkan dengan kepemimpinan transaksional dalam penelitian ini. Hasil ini sesuai dengan atau mendukung hasil penelitian sebelumnya yaitu penelitian dari: Wahyuni (2015), Yuningsih (2015), Mardiyah (2014), Subagiyono (2015), Sumaki, Taroreh dan Supeno (2015). Dimana dalam penelitian sebelumnya tersebut dengan penelitian ini sama-sama diperoleh hasil temuan dari uji hipotesis bahwa variabel budaya khususnya budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja sumber daya manusia yang bekerja pada organisasi.
Kekuatan Penelitian
-
Kelemahan Penelitian
-
Saran Reviewer
Jurnal sudah cukup baik dan penjelasannya sudah lengkap







Review Jurnal MSDM ( Nasional II )
Judul
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT AIR MANADO
Jurnal
Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Volume & Halaman
Vol.6 No.1
Tahun
Januari 2018
Penulis
Abrahan Samuel Kaengke, Benhard Tewal, Yantje Uhing
Reviewer
Christin Yulianti ( 1721200022 )
Tanggal
10 Juni 2019

Tujuan Penelitian
1. Pengembangan Karir, Pelatihan dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Air Manado.
2. Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan PT. Air Manado.
3. Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan PT. Air Manado.
4. Motivasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Air Manado.
Subjek Penelitian
Pengembangan karir, Pelatihan, motivasi, Kinerja karyawan
Metode Penelitian
Analisis Regresi Linier Berganda
Langkah-langkah Penelitian
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
1.Bila pengaruh pengembangan karir meningkat, maka kinerja karyawan juga meningkat.
2.Bila pengaruh motivasi meningkat, maka kinerja karyawan juga meningkat.

Hasil Penelitian
Karakteristik Responden :
Responden yang berjenis kelamin pria sebanyak 70.9 %, sedangkan yang berjenis kelamin wanita sebanyak 20.1 %. Berdasarkan data ini dapat diketahui bahwa karyawan PT.Air Manado lebih dominan pria. Karyawan yang memiliki umur 25-35 tahun sebanyak 39.1 % dan yang memiliki umur 35-50 tahun sebanyak 51.9 %. Tingkat pendidikan SMA/SMK sederajat sebanyak 46.5 % sedangkan yang memiliki tinggkat pendidikan perguruan tinggi (Diploma/Sarjana) sebanyak 44,5 %.

Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner :
Hasil perhitungan uji validitas dan uji reliabilitas kuesioner sebagaimana datapada Tabel 1 menunjukkan bahwa seluruh pernyataan untuk variabel pengembangan karir, pelatihan, motivasi dan kinerja karyawan adalah valid, karena memiliki nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) > rtabel sebesar 0.1966 atau tingkat signifikansi.
Hasil pengujian pengaruh setiap variabel independent terhadap variabel dependent adalah sebagi berikut:
1. Variabel pengembangan karir, t-hitung=12,596> t-tabel= 1,660, signifikansi p-value = 0,000 kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis 2 yang menyatakan ada pengaruh signifikan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan diterima atau terbukti. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian Kakui dan Gachunga, 2016; Dewi dan Susila, 2016; Harlie, 2011. Pimpinan PT.Air perlu memperhatikan pengembangan karir karyawannya agar mereka bisa berkinerja baik.
2. Variabel pelatihan, t-hitung = 4,593>t-tabel = 1,660, dari signifikansi p-value = 0,000< 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis 3 yang menyatakan ada pengaruh signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan diterima atau terbukti. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian Agusta dan Sutanto, 2013; Julianry, Syarif dan Affandi, 2017; Tuage, Tewal dan Uhing, 2014. Pimpinan PT. Air harus meningkatkan standar pelatihan yang diberikan agar supaya bisa memperoleh karyawan yang mempunyai skill yang baik dan dapat memberikan kinerja yang baik untuk perusahaan.
3. Variabel motivasi, t-hitung = -0,798< t-tabel = 1,660, dari signifikansi p-value = 0,427> 0,05, dengan demikian Ho diterima dan, Ha ditolak yang berarti tidak ada pengaruh negatif tapi tidak signifikan motivasi terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis 4 yang menyatakan ada pengaruh signifikan motivasi terhadap kinerja karyawan ditolak atau tidak terbukti. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian Julianry, Syarif dan Affandi, 2017;Muchtar, 2016. Pimpinan harus memperhatikan lingkungan sekitar tempat bekerja, contohnya dalam hal menangani banjir yang sering terjadi dilokasi tersebut, karena karyawan akan nyaman bekerja jika suasana lingkungan tempat bekerja itu baik.
Kekuatan Penelitian
-
Kelemahan Penelitian
-
Saran Reviewer
Jurnal sudah cukup baik dan penjelasannya sudah lengkap





Review Jurnal MSDM ( Internasional )
Judul
THE EFFECTS OF COMMITMENT, COMPETENCE, WORK SATISFACTION ON MOTIVATION, AND PERFORMANCE OF EMPLOYEES AT INTEGRATED SERVICE OFFICE OF EAST JAVA
Jurnal
INTERNATIONAL JOURNAL OF ADVANCED RESEARCH
Volume & Halaman
Volume 3, Issue -378-396
Tahun
19 January 2016
Penulis
Murgianto , Siti Sulasmi , Suhermin
Reviewer
Christin Yulianti ( 1721200022 )
Tanggal
10 Juni 2019

Tujuan Penelitian
1. Determine the effects of commitment, competence, work satisfaction on employee motivation
2. Knowing the effects of work motivation, commitment, competence and employee satisfaction to employee performance.
Subjek Penelitian
COMMITMENT, COMPETENCE, WORK SATISFACTION ON MOTIVATION, AND PERFORMANCE
Metode Penelitian
This study is an empirical test that will test the hypotheses. Therefore, the approach used in this study is positivism (quantitative). This is an inductive study that purposes to generalize the results of empirical findings from samples taken from the employees at Integrated Service Office in East Java is the general conclusions. While this type of research as a confirmatory study that describes the relationship between the variables through hypotheses testing.
Langkah-langkah Penelitian
1.Gathering theory
2.Distributing questionnaires
3.Resut evaluations

Hasil Penelitian
The Effect of Work Motivation on Performance:
- The result of hypotheses testing about the effect among variables with AMOS Software 20.0 shows the effect of work motivation on performance. Amount of work motivation variable path coefficient on employees performance at Integrated Services Office of East Java amounted to 0,324 with p-value 0,014 smaller than 5%,meaning that work motivation have a significant effect on the employees performance at the Integrated Services Office of East Java. Thus the fourth hypotheses (H4) in this study which states that work motivation affects employees performance at the Integrated Services Office of East Java is acceptable. As the findings of this study is to support the theories that have been expressed by Xiohuai (2013) who said that motivation of public service affected on individual performance as well. Sujana (2012) in his study also finding that motivation have effect on performance, higher motivation of the employee, so higher performed resulted in. In principle, employee who has strong motivation to serve people then service performance is up and in turn people will satisfied that mean that is higher performance. One who has expectation to reached something then he will be motivated to endeavor to reached that expectation higher motivation it will be then one will be strive at one time will produce high performance like he expected.
The Effect of Commitment on Performance:
- The result of hypotheses testing about the effect among variables with AMOS Software 20.0 shows the effect of commitment on performance. Amount of commitment variable path coefficient on the employees performance at Integrated Services Office of East Java amounted to 0,231 with p-value 0,016 smaller than 5%, meaning that commitment have a significant effect on the employees performance at the Integrated Services Office of East Java. Thus the fifth hypotheses (H5) in this study which states that commitment affects employees performance at the Integrated Services Office of East Java is acceptable. As the findings of this study is to support the theories that have been proposed by Xiaohua (2012); Castaing (2006); and Rainey (2007) who found that commitment has effect on the individual performance. Sujana (2012) in his study also explained that organizational commitment significantly affect performance, higher employee commitment to the organization, so higher performance that generated by employees toward organization. Christopher (1997) who made a model of the effect of work motivation and organizational leadership shows that there is effect between organizational commitment and service performance, high commitment will improve performance. Meyer et al. (1989) and Mowday et al. (1977) also concluded positively effect of organizational commitment on employee performance. Organizational commitment affect the performance of an employee because employee who has a high level of commitment on organization tends to have a bias attitude, love, and high liability to the organization so that it would motivate them to complete the work assigned to them by psychologically mature and responsible. All of this in turn will improve employee performance both from employment aspect as well as from personal characteristics aspect.
The Effect of Competence on Performance:
- The result of hypotheses testing about the effect among variables with AMOS Software 20.0 shows the effect of competence on performance. Amount of competence variable path coefficient on employees performance at Integrated Services Office of East Java amounted to 0,207 with p-value 0,049 smaller than 5%, meaning that competence have a significant effect on the employees performance at the Integrated Services Office of East Java. Thus the sixth hypotheses (H6) in this study which states that competence affects employees performance at the Integrated Services Office of East Java is acceptable. As the findings of this study is to support theories that have been expressed by Sujana (2012), Santiasih (2012), and Pratt (2009) in their research that showed an effect between competence on employee performance. Spencer (1993) also showed that competence has positive effect on employee performance. Santiasih et al. (2012) also demonstrates employee competency affect employee performance at the Pupuan District Office of Tabanan Regency. Sujana (2012) adds that higher competency of employees and in accordance with the job demands so the performance of employees will increase as a competent employee usually has ability and willingness of work quickly to resolve the problems encountered, does the job quietly and full of confident, view work as an obligation that must be done willingly, and openly improving oneself through the learning process. Psychologically it will provide meaningful work experience and a sense of personal responsibility on the results of the work carried out, which in the end all this will improves performance of the employees.
 The Effect of Work Satisfaction on Performance :
- The result of hypotheses testing about the effect among variables with AMOS Software 20.0 shows the effect of work satisfaction on performance. Amount of work satisfaction variable path coefficient on employees performance at Integrated Services Office of East Java amounted to 0,245 with p-value 0,008 smaller than 5%, meaning that work satisfaction have a significant effect on the employees performance at the Integrated Services Office of East Java. Thus the seventh hypotheses (H7) in this study which states that work satisfaction affects employees performance at the Integrated Services Office of East Java is acceptable. As the findings of this study is to support theories that have been expressed by Vandenable (2010) who found an effect between work satisfaction and motivation of public service, the more satisfied with the organization of the work motivation will also increase, which will ultimately improve performance. Colquitt (2011) and Robbins and Judge (2011) also found a link between work satisfaction with job performance. Wirawan (2013) adds in a study that showed work satisfaction associated with low job stress, high work motivation, high performance, low complaint, lower employee turnover, lower absenteeism, and a good working relationship. In practice in the Integrated Services Office of East Java, employee resource management must be maintained because satisfaction because it will have an impact on performance improvement.
Kekuatan Penelitian
-
Kelemahan Penelitian
-
Saran Reviewer
The journal is good enough and the explanation is complete







DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Nasional I

Jurnal Nasional II

Jurnal  Internasional