“KarageNgenin”
Karage Ngangenin
(
Rice Bowl with Fried Chicken )
OLEH :
CHRISTIN YULIANTI (1721200022)
DOSEN
PEMBIMBING
CHARISMA AYU PRAMUDITHA,B.TechMgt.MHRM
Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang (STIE.MDP)
PALEMBANG
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Kuasa atas segala limpahan rahmat
dan kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tetang Franchise ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat menjadi
referensi bagi pembisnis baru dalam memulai usahanya khususnya dibidang
makanan.
Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu serta dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman para membaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
Makalah ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun
isi makalah. Oleh sebab itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Palembang,
Oktober
2018
Penyusun
Christin
Yulianti
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Memulai
usaha tentulah bukan hanya sebatas khayalan saja, tetapi dituangkan dalam
bentuk tindakan. Tetapi untuk tindakan inilah untuk pebisnis pemula seringkali
menghadapi kendala pengetahuan yang akhirnya ingin memiliki usaha tetapi hanya
di khayalan saja. Modal awal selain uang tentu semangat dan ilmu, tetapi ada hal
lain yang kita perlu yakni pengalaman.
Hal
inilah yang seringkali menjadi kendala. Namun di jaman yang serba instan dan
praktis ini sudah bukan jamannya lagi memulai usaha harus repot cari ilmu
sana-sini. Saat ini banyak sekali tawaran usaha dengan cara bekerjasama, baik
secara kemitraan maupun dengan sistem Franchise (waralaba).
Franchise
atau waralaba adalah suatu pemberian sebuah lisensi oleh suatu pihak
(perorangan atau perusahaan) sebagai pemberi Franchise kepada pihak lain
sebagai penerima franchise untuk berusaha dengan memanfaatkan dan menggunakan
merek dagang atau nama dagangnya dengan menggunakan keseluruhan system
bisnisnya dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu
tertentu meliputi area tertentu sesuai dengan persyaratan yang disetujui oleh
kedua belah pihak dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Sistem waralaba dapat menghindarkan
dari risiko kegagalan ketika memulai bisnis baru. Karena franchisee atau pihak
yang menggunakan atau memanfaatkan merek yang sudah dikenal, tinggal
menjalankan konsep bisnis yang mapan yang telah dirumuskan oleh pihak
franchisor (pemilik brand). Selain itu, sebagai tanggung jawab terhadap
reputasi perusahaan, pihak franchisor wajib memberikan dukungan penuh
diantaranya dalam hal manajemen, teknis, operasional dan standardisasi atau
kontrol kualitas (seperti pasokan bahan baku, peralatan, training), pemilihan
lokasi, periklanan, pemasaran bahkan promosi.
Dalam
praktek pelaksanaannya, dapat dijumpai beberapa tipe franchising, yaitu :
1. Trade name franchising
Dalam
tipe ini franchise memperoleh hak untuk memproduksi, sebagai contoh, PT. Great
River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari
jerman.
2. Product distribution
franchising
Dalam
tipe ini, franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu,
misalnya soft drink, cosmetics.
3. Pure franchising/ Business
format
Dalam
tipe ini franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan,
peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik,
pengendalian kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash food,
pendidikan, dan konsultan.
Franchise
yang akan saya bahas dalam makalah kali ini ialah merupakan Franchise yang
bergerak pada bidang makanan. Semakin banyaknya pangsa pasar yang semakin
berkembang khususnya di bidang kuliner membuat saya tertarik untuk membahas dan mengenali dunia Franchise lebih
dalam lagi.
Salah
satu Franchise yang saya ambil yaitu Karage Ngangenin atau lebih dikenal dengan
singkatan “KarageNgenin” yang merupakan makanan yang identic dengan Japanese
fried chicken karena pada dasarnya memang bahan baku yang digunakan dalam
makanan ini adalah Karagee yang terkenal di negara Jepang dengan berbagai
topping tambahan yang membuat makanan ini semakin unik dan tentu saja menambah
banyak opsi menu yang beragam.
1.2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka penulis dapat menarik beberapa penjelasan dan
kesimpulan mengenai Franchise (Waralaba),yaitu :
1.Waralaba merupakan sebuah hubungan kontrak kerja
antara pemilik waralaba (franchisor) dan penerimanya (franchise).
2. Bisnis waralaba biasanya dilakukan dengan pertukaran
uang dengan perjanjian untuk menjalankan bisnis terkait dalam jangka waktu
tertentu.
3.Keuntungan dari Franchise yaitu sesuai tujuan
waralaba yaitu mengekspansi brand-nya dengan cara memperbolehkan orang lain
mendistribusikan produknya, diharapkan pemilik waralaba (franchisor) memperoleh
keuntungan berupa ekspansi brand dan penerimanya (franchise) bisa memulai
bisnis dengan sebuah sistem yang sudah terbukti pernah berjalan dengan baik.
1.3
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah berdirinya Franchise KarageNgenin
di kota Palembang? Dan bagaimana prospek perkembangan bisnisnya?
2.
Apa inovasi yang dikembangan oleh KarageNgenin dalam
memulai bisnis nya?
3.
Bagaimana kronologis bisnis KarageNgenin sepanjang
tahun 2018 ini?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Sejarah berdirinya
“KarageNgenin” cabang Palembang
SIAPA yang tidak mengenal Jepang?
Negara yang satu ini, selain terkenal dengan bunga sakura-nya terkenal juga
dengan masakannya yang lezat dan juga bergizi. Tak hanya itu, cita rasanya yang
khas membuat kuliner asal Jepang mudah diterima lidah orang Indonesia.
Salah satu makanan Jepang yang mudah
diterima lidah orang Indonesia adalah Rice Bowl. Makanan yang satu ini
memasukan unsur nasi yang memang merupakan makanan pokok orang Indonesia.
Sehingga makanan ini bisa menjadi makanan favorite orang Indonesia. Rice bowl
merupakan nasi yang diberi topping khas dari Jepang seperti Chicken Katsu, Karage,
dan lain-lain.
Semakin bertebaran
restauran Jepang di Indonesia, semakin mudah pula kita menemukan Rice Bowl.
Salah satu kedai yang menjual Rice Bowl yaitu “KarageNgenin”. Disini kita
bisa menemukan banyak makanan khas Jepang. Dan yang menarik dari kedai ini
adalah menjual Rice Bowl dengan harga yang pas di kantong pelajar, yaitu
Rp.20.000 sampai dengan Rp.25.000 saja dengan pilihan menu yang beragam da
dapat juga ditambahkan dengan berbagai rasa topping yang berbeda.
Bisnis franchise ini
sendiri dikelola langsung oleh Steven yang merupakan owner dari “KarageNgenin”
cabang Palembang di Jl.Bangau No.60 tepatnya didepan SMA Xaverius 1 Palembang.
Ditemui langsung pada Senin (22/10) lalu, Ko Steven sapaan akrab owner dari
“KarageNgenin” ini sendiri mengaku baru terjun dalam bisnis yang dikelola nya
saat ini dan memilih mengambil franchise ini karena tertarik terhadap omset
pasar yang cukup besar dan juga berawal mula dari niatnya untuk memulai bisnis
dan mengambil franchise juga dia mengaku bahwa hanya bermodalkan keberanian
saja dan yakin bahwa bisnis yang di kelola nya dapat berkembang sesuai dengan
yang diharapkan dan tentunya di dukung penuh oleh keluarganya untuk dapat
berkembang di dunia bisnis khususnya di bidang kuliner karena dilihat pangsa
pasar nya yang cukup besar serta peminat makanan Jepang di Indonesia cukup
banyak juga menjadi alasan mengapa Ko Steven bertekat untuk memulai bisnis nya
di “KarageNgenin” karena ciri khas dengan karagee yang di dampingi nasi atau
sering disebut dengan istilah Rice Bowl.
B. Inovasi dalam usaha
Bisnis makanan memerlukan ketekunan dan
manajemen yang baik. Kebanyakan pengusaha sukses makanan ringan merupakan
pengusaha yang sudah lama berjualan dan memiliki pelanggan tetap, ditambah
makanan yang dipasarkan sangat inovatif serta rasanya enak karena kunci utama
bagi para pemula dalam bisnis makanan ringan adalah kreatif dan inovatif.
Inovasi yang dikembangkan dalam “KarageNgenin” di akui Ko
Steven memang cukup signifikan karena pada awal mula bisnis nya hanya beberapa
menu utama saja yang dijual sesuai dengan temanya yaitu Karagee atau sering di
kenal dengan potongan daging ayam yang di goreng dan di tambah dengan saus
mentega dan saus lemon sebagai pendamping.
Melihat peminat yang semakin meningkat, maka di manfaatkan
oleh Ko steven dalam mengembangkan menu yang sudah ada. Disini inovasi yang
dikembangkan nya ialah dari menu yang ditawarkan pada “KarageNgenin” dengan
menambahkan menu seperti Karagee cabe ijo, Karagee cabe jeruk, Karagee geprek
gepuk dan yang menjadi favorite saat ini ialah Karagee cheesy mayo dimana ada
tambahan keju dan mayonais sebagai pendamping di nasi nya.
Tidak hanya dari menu saja yang dikembangkan sebagai
inovasi dalam bisnis yang di kelolanya, Ko steven juga berpikir untuk dapat
menambahkan topping sebagai pelengkap dari Rice bowl yang tentunya sesuai
dengan keinginan dan kesukaan setiap orang yang berbeda-beda. Melihat respons
yang baik dari pelanggan dengan adanya penambahan menu dan juga topping inilah
menjadi acuan Ko steven untuk dapat mengembangkan bisnis nya ini dengan rencana
kedepan menambah pilihan baru agar pelanggan merasa tidak bosan.
C. Kronologi bisnis
Franchise
“KarageNgenin” cabang Palembang pertama kali di buka di Jl.Bangau No.60
tepatnya di depan SMA Xaverius 1 Palembang. Di dirikan pada bulan Febuari 2018
tepatnya di tanggal 26 resmi di buka “KarageNgenin” cabang Kamboja di
Palembang.
Belum jalan 1 tahun usaha franchise ini dijalankan di akui
oleh Ko steven sebagai owner “KarageNgenin” untuk masalah omset memang cukup
menggiurkan karena pemilihan tempat juga menjadi alasan utama. Kebetulan
“KarageNgenin” cabang Kamboja ini memang berdiri tepat di depan sekolah SMA
Xaverius 1 Palembang dimana jika waktu istirahat atau sepulang sekolah
merupakan waktu dimana anak-anak sekolah mulai mencari jajanan juga mencari
makan siang.
Target pasar dalam usaha ini memang diakui owner adalah
anak-anak sekola dan juga mahasiswa karena jajanan ini dapat dibilang cukup
untuk kantong anak sekolah maupun mahasiswa. Dengan tawaran harga yang cukup
terjangkau dan konsep Rice bowl yang praktis juga menjadi alasan utama bisnis
ini dapat berkembang sampai saat ini.
Harapan Ko steven juga dapat menambah lagi cabang selain di
daerah Kamboja saja, beliau berharap juga nanti kedepannya ada rencana tidak
hanya saja kedai tetapi dapat membuka tempat makan atau restaurant dimana
tempat nya dapat lebih nyaman dan agar lebih besar lagi omset nya karena dapat
melayani makan di tempat jika selama ini hanya bisa take away saja karena keterbatasan tempat yang ada.
BAB III
PENUTUP
· KESIMPULAN
Waralaba
(Franchise) merupakan suatu bentuk bisnis kerjasama yang dilakukan oleh dua
belah pihak, dimana pihak pertama (franchisor) memberikan hak kepada pihak
kedua (franchise) untuk menjual produk atau jasa dengan memanfaatkan merk
dagang yang dimiliki oleh pihak pertama (franchisor) sesuai dengan prosedur
atau system yang diberikan.
Franchise
sangat membantu para pelaku usaha yang baru memulai ataupun baru terjun ke
dalam bidang usaha tersebut karena didalamnya sudah terdapat sistem dan para
Franchisee tinggal menjalankan usaha tersebut sesuai dengan sistem sehingga
dapat memperolah keuntungan. Franchise tidak perlu khawatir karena sistem yang
dipergunakan sudah teruji sebelumnya.
Franchise
makanan seperti yang saya ambil yaitu “KarageNgenin” merupakan bentuk usaha
waralaba dimana termasuk ke dalam jenis Pure
Franchising yaitu franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari
trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan
manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain.


