Sabtu, 27 Oktober 2018

Bisnis Franchise "KarageNgenin"

“KarageNgenin” Karage Ngangenin
( Rice Bowl with Fried Chicken )




OLEH :
CHRISTIN YULIANTI (1721200022)

DOSEN PEMBIMBING
CHARISMA AYU PRAMUDITHA,B.TechMgt.MHRM






Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang (STIE.MDP)
PALEMBANG







KATA PENGANTAR

        Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Kuasa atas segala limpahan rahmat dan kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tetang Franchise ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat menjadi referensi bagi pembisnis baru dalam memulai usahanya khususnya dibidang makanan.
      Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu serta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para membaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
        Makalah ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun isi makalah. Oleh sebab itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Palembang, Oktober  2018
Penyusun
Christin Yulianti






BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang
Memulai usaha tentulah bukan hanya sebatas khayalan saja, tetapi dituangkan dalam bentuk tindakan. Tetapi untuk tindakan inilah untuk pebisnis pemula seringkali menghadapi kendala pengetahuan yang akhirnya ingin memiliki usaha tetapi hanya di khayalan saja. Modal awal selain uang tentu semangat dan ilmu, tetapi ada hal lain yang kita perlu yakni pengalaman.

Hal inilah yang seringkali menjadi kendala. Namun di jaman yang serba instan dan praktis ini sudah bukan jamannya lagi memulai usaha harus repot cari ilmu sana-sini. Saat ini banyak sekali tawaran usaha dengan cara bekerjasama, baik secara kemitraan maupun dengan sistem Franchise (waralaba).

Franchise atau waralaba adalah suatu pemberian sebuah lisensi oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) sebagai pemberi Franchise kepada pihak lain sebagai penerima franchise untuk berusaha dengan memanfaatkan dan menggunakan merek dagang atau nama dagangnya dengan menggunakan keseluruhan system bisnisnya dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu sesuai dengan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Sistem waralaba dapat menghindarkan dari risiko kegagalan ketika memulai bisnis baru. Karena franchisee atau pihak yang menggunakan atau memanfaatkan merek yang sudah dikenal, tinggal menjalankan konsep bisnis yang mapan yang telah dirumuskan oleh pihak franchisor (pemilik brand). Selain itu, sebagai tanggung jawab terhadap reputasi perusahaan, pihak franchisor wajib memberikan dukungan penuh diantaranya dalam hal manajemen, teknis, operasional dan standardisasi atau kontrol kualitas (seperti pasokan bahan baku, peralatan, training), pemilihan lokasi, periklanan, pemasaran bahkan promosi.

Dalam praktek pelaksanaannya, dapat dijumpai beberapa tipe franchising, yaitu :

1.    Trade name franchising
Dalam tipe ini franchise memperoleh hak untuk memproduksi, sebagai contoh, PT. Great River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari jerman.

2.    Product distribution franchising
Dalam tipe ini, franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu, misalnya soft drink, cosmetics.

3.    Pure franchising/ Business format
Dalam tipe ini franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash food, pendidikan, dan konsultan.

Franchise yang akan saya bahas dalam makalah kali ini ialah merupakan Franchise yang bergerak pada bidang makanan. Semakin banyaknya pangsa pasar yang semakin berkembang khususnya di bidang kuliner membuat saya tertarik untuk  membahas dan mengenali dunia Franchise lebih dalam lagi.

Salah satu Franchise yang saya ambil yaitu Karage Ngangenin atau lebih dikenal dengan singkatan “KarageNgenin” yang merupakan makanan yang identic dengan Japanese fried chicken karena pada dasarnya memang bahan baku yang digunakan dalam makanan ini adalah Karagee yang terkenal di negara Jepang dengan berbagai topping tambahan yang membuat makanan ini semakin unik dan tentu saja menambah banyak opsi menu yang beragam.

1.2           Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat menarik beberapa penjelasan dan kesimpulan mengenai Franchise (Waralaba),yaitu :
1.Waralaba merupakan sebuah hubungan kontrak kerja antara pemilik waralaba (franchisor) dan penerimanya (franchise).
2. Bisnis waralaba biasanya dilakukan dengan pertukaran uang dengan perjanjian untuk menjalankan bisnis terkait dalam jangka waktu tertentu.
3.Keuntungan dari Franchise yaitu sesuai tujuan waralaba yaitu mengekspansi brand-nya dengan cara memperbolehkan orang lain mendistribusikan produknya, diharapkan pemilik waralaba (franchisor) memperoleh keuntungan berupa ekspansi brand dan penerimanya (franchise) bisa memulai bisnis dengan sebuah sistem yang sudah terbukti pernah berjalan dengan baik.

1.3            Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah berdirinya Franchise KarageNgenin di kota Palembang? Dan bagaimana prospek perkembangan bisnisnya?
2.    Apa inovasi yang dikembangan oleh KarageNgenin dalam memulai bisnis nya?
3.    Bagaimana kronologis bisnis KarageNgenin sepanjang tahun 2018 ini?





BAB II
PEMBAHASAN

A.Sejarah berdirinya “KarageNgenin” cabang Palembang
        SIAPA yang tidak mengenal Jepang? Negara yang satu ini, selain terkenal dengan bunga sakura-nya terkenal juga dengan masakannya yang lezat dan juga bergizi. Tak hanya itu, cita rasanya yang khas membuat kuliner asal Jepang mudah diterima lidah orang Indonesia.
Salah satu makanan Jepang yang mudah diterima lidah orang Indonesia adalah Rice Bowl. Makanan yang satu ini memasukan unsur nasi yang memang merupakan makanan pokok orang Indonesia. Sehingga makanan ini bisa menjadi makanan favorite orang Indonesia. Rice bowl merupakan nasi yang diberi topping khas dari Jepang seperti Chicken Katsu, Karage, dan lain-lain.
Semakin bertebaran restauran Jepang di Indonesia, semakin mudah pula kita menemukan Rice Bowl. Salah satu kedai  yang menjual Rice Bowl yaitu “KarageNgenin”. Disini kita bisa menemukan banyak makanan khas Jepang. Dan yang menarik dari kedai ini adalah menjual Rice Bowl dengan harga yang pas di kantong pelajar, yaitu Rp.20.000 sampai dengan Rp.25.000 saja dengan pilihan menu yang beragam da dapat juga ditambahkan dengan berbagai rasa topping yang berbeda.
Bisnis franchise ini sendiri dikelola langsung oleh Steven yang merupakan owner dari “KarageNgenin” cabang Palembang di Jl.Bangau No.60 tepatnya didepan SMA Xaverius 1 Palembang. Ditemui langsung pada Senin (22/10) lalu, Ko Steven sapaan akrab owner dari “KarageNgenin” ini sendiri mengaku baru terjun dalam bisnis yang dikelola nya saat ini dan memilih mengambil franchise ini karena tertarik terhadap omset pasar yang cukup besar dan juga berawal mula dari niatnya untuk memulai bisnis dan mengambil franchise juga dia mengaku bahwa hanya bermodalkan keberanian saja dan yakin bahwa bisnis yang di kelola nya dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan dan tentunya di dukung penuh oleh keluarganya untuk dapat berkembang di dunia bisnis khususnya di bidang kuliner karena dilihat pangsa pasar nya yang cukup besar serta peminat makanan Jepang di Indonesia cukup banyak juga menjadi alasan mengapa Ko Steven bertekat untuk memulai bisnis nya di “KarageNgenin” karena ciri khas dengan karagee yang di dampingi nasi atau sering disebut dengan istilah Rice Bowl.




 
  
B. Inovasi dalam usaha
    Bisnis makanan memerlukan ketekunan dan manajemen yang baik. Kebanyakan pengusaha sukses makanan ringan merupakan pengusaha yang sudah lama berjualan dan memiliki pelanggan tetap, ditambah makanan yang dipasarkan sangat inovatif serta rasanya enak karena kunci utama bagi para pemula dalam bisnis makanan ringan adalah kreatif dan inovatif.
        Inovasi yang dikembangkan dalam “KarageNgenin” di akui Ko Steven memang cukup signifikan karena pada awal mula bisnis nya hanya beberapa menu utama saja yang dijual sesuai dengan temanya yaitu Karagee atau sering di kenal dengan potongan daging ayam yang di goreng dan di tambah dengan saus mentega dan saus lemon sebagai pendamping.
       Melihat peminat yang semakin meningkat, maka di manfaatkan oleh Ko steven dalam mengembangkan menu yang sudah ada. Disini inovasi yang dikembangkan nya ialah dari menu yang ditawarkan pada “KarageNgenin” dengan menambahkan menu seperti Karagee cabe ijo, Karagee cabe jeruk, Karagee geprek gepuk dan yang menjadi favorite saat ini ialah Karagee cheesy mayo dimana ada tambahan keju dan mayonais sebagai pendamping di nasi nya.
        Tidak hanya dari menu saja yang dikembangkan sebagai inovasi dalam bisnis yang di kelolanya, Ko steven juga berpikir untuk dapat menambahkan topping sebagai pelengkap dari Rice bowl yang tentunya sesuai dengan keinginan dan kesukaan setiap orang yang berbeda-beda. Melihat respons yang baik dari pelanggan dengan adanya penambahan menu dan juga topping inilah menjadi acuan Ko steven untuk dapat mengembangkan bisnis nya ini dengan rencana kedepan menambah pilihan baru agar pelanggan merasa tidak bosan.

C. Kronologi bisnis
        Franchise “KarageNgenin” cabang Palembang pertama kali di buka di Jl.Bangau No.60 tepatnya di depan SMA Xaverius 1 Palembang. Di dirikan pada bulan Febuari 2018 tepatnya di tanggal 26 resmi di buka “KarageNgenin” cabang Kamboja di Palembang.
      Belum jalan 1 tahun usaha franchise ini dijalankan di akui oleh Ko steven sebagai owner “KarageNgenin” untuk masalah omset memang cukup menggiurkan karena pemilihan tempat juga menjadi alasan utama. Kebetulan “KarageNgenin” cabang Kamboja ini memang berdiri tepat di depan sekolah SMA Xaverius 1 Palembang dimana jika waktu istirahat atau sepulang sekolah merupakan waktu dimana anak-anak sekolah mulai mencari jajanan juga mencari makan siang.
       Target pasar dalam usaha ini memang diakui owner adalah anak-anak sekola dan juga mahasiswa karena jajanan ini dapat dibilang cukup untuk kantong anak sekolah maupun mahasiswa. Dengan tawaran harga yang cukup terjangkau dan konsep Rice bowl yang praktis juga menjadi alasan utama bisnis ini dapat berkembang sampai saat ini.
          Harapan Ko steven juga dapat menambah lagi cabang selain di daerah Kamboja saja, beliau berharap juga nanti kedepannya ada rencana tidak hanya saja kedai tetapi dapat membuka tempat makan atau restaurant dimana tempat nya dapat lebih nyaman dan agar lebih besar lagi omset nya karena dapat melayani makan di tempat jika selama ini hanya bisa take away saja karena keterbatasan tempat yang ada.



BAB III
PENUTUP

·       KESIMPULAN
Waralaba (Franchise) merupakan suatu bentuk bisnis kerjasama yang dilakukan oleh dua belah pihak, dimana pihak pertama (franchisor) memberikan hak kepada pihak kedua (franchise) untuk menjual produk atau jasa dengan memanfaatkan merk dagang yang dimiliki oleh pihak pertama (franchisor) sesuai dengan prosedur atau system yang diberikan.
Franchise sangat membantu para pelaku usaha yang baru memulai ataupun baru terjun ke dalam bidang usaha tersebut karena didalamnya sudah terdapat sistem dan para Franchisee tinggal menjalankan usaha tersebut sesuai dengan sistem sehingga dapat memperolah keuntungan. Franchise tidak perlu khawatir karena sistem yang dipergunakan sudah teruji sebelumnya.
Franchise makanan seperti yang saya ambil yaitu “KarageNgenin” merupakan bentuk usaha waralaba dimana termasuk ke dalam jenis Pure Franchising yaitu franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain.



Sabtu, 13 Januari 2018

Makalah dan Analisis Kasus Kurangnya Kebutuhan Air Bersih


KURANGNYA KEBUTUHAN AIR BERSIH
(Tanggung Jawab Sosial)

ANALISIS KASUS





OLEH :
CHRISTIN YULIANTI (1721200022)

DOSEN PEMBIMBING
CHARISMA AYU PRAMUDITHA,B.TechMgt.MHRM



Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang (STIE.MDP)
PALEMBANG
2018





KATA PENGANTAR

        Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Kuasa atas segala limpahan rahmat dan kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah analisis kasus ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,petunjuk,maupun pedoman bagi pembaca dan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
        Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu serta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para membaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
        Makalah ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun isi makalah. Oleh sebab itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Palembang, Januari 2018
Penyusun
Christin Yulianti



BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Tanggung Jawab Sosial atau dikenal dengan istilah (CSR) yang sering di selenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak dimana kegiatan CSR yang dilakukan adalah guna untuk membantu masyarakat terkhususnya dalam keperdulian terhadap lingkungan.
Analisis kasus yang saya ambil dalam makalah ini adalah kurangnya kebutuhan aliran air bersih di kawasan Rampok Palembang dimana pemasangan baru PDAM di kawasan tersebut dikeluhkan oleh masyarakat sangat lambat dalam pengerjaannya.
Penjelasan dari PDAM Tirta Musi sendiri menjelaskan bahwa untuk penambahan pemasangan di daerah Rampok tersebut terkendala karena kapasitas yang terpasang sudah maksimal sehingga apabila dilakukan penambahan pemasangan baru maka akan mengganggu pengaliran pelanggan lama yang telah lebih dahulu ada.


1.2 Identifikasi Masalah                                              
       Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat menarik beberapa permasalahan yang di hadapi oleh masyarakat yaitu :
1.   Pemasangan PDAM pada kawasan Rampok tersebut terkendala dengan adanya pemasangan yang ada lebih dulu pada tempat lain yang mana jika kawasan Rampok tersebut juga melakukan pemasangan baru maka terganggunya pemasangan yang lama hal  ini dikarenakan kapasitas yang sudah terpasang sudah sangat maksimal. Hal ini yang menjadi kendala besar mengapa kawasan tersebut sampai sekarang masih kesulitan akan aliran air bersih.
2.   Masyarakat juga berharap adanya bantuan dari beberapa BUMN dengan melakukan kegiatan Tanggung Jawab Sosial (CSR) dalam bidang lingkungan dimana dengan adanya program tersebut maka adanya solusi dan jalan keluar lain yang dapat di lakukan untuk memecahkan masalah kebutuhan air bersih tersebut.

1.3Rumusan Masalah
        Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.Apa yang menyebabkan kawasan Rampok tersebut sulit akan kebutuhan aliran air bersih?
2.Usaha apa yang di lakukan oleh PDAM Tirta Musi Palembang dengan adanya keluhan yang di rasakan warga di kawasan tersebut?
3.Apa harapan warga Rampok untuk masalah kebutuhan air bersih tersebut agar dapat mendapat solusi




BAB II
ANALISIS KASUS
A.Kronologis Kasus
        Masyarakat yang tinggal di kawasan Rampok saat ini sedang mengalami masalah sulitnya mendapat aliran air bersih yang mana kebutuhan air pada kawasan tersebut sangat di harapkan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari mereka.
        Kurangnya aliran air bersih itu disebabkan oleh terhambatnya pemasangan pipa PDAM pada kawasan tersebut, masyarakat setempat sudah sempat mendaftar terhadap PDAM Tirta Musi Palembang pada bulan Agustus 2017 lalu dan sudah sempat melakukan survei untuk kawasan tersebut serta sudah di hitung biaya tetapi sampai sekarang belum ada jawaban kapan waktu pemasangannya. Warga setempat sangat berharap adanya respon dari pihak PDAM Tirta Musi Palembang karena bagi warga setempat sangatlah membutuhkan sambungan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
        Dari pihak PDAM pun merespon keluhan dari masyarakat tersebut, menurut Humas PDAM Tirta Musi Palembang Bpk.Dudi Iskandar memaparkan bahwa beliau sudah menerima keluhan yang di rasakan warga di kawasan Rampok tersebut  dan beliau juga menjelaskan bahwa kendala saat ini untuk pemasangan PDAM dikawasan tersebut adalah untuk analisa terakhir kondisi pengaliran di daerah Rampok saat ini belum dapat dilakukan penambahan pemasangan, hal ini dikarenakan kapasitas terpasang sudah maksimal sehingga apabila dilakukan penambahan pemasangan baru maka akan mengganggu pengaliran pelanggan lama yang telah lebih dulu ada.
        Namun menurut penuturan Humas PDAM Tirta Musi tersebut menyatakan bahwa saat ini pihak PDAM Tirta Musi terus melakukan pembenahan kapasitas agar bisa melayani seluruh warga kota Palembang.


B.Analisis Kasus
        Dilihat dari pemaparan kronologis diatas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan sulitnya mendapat aliran air bersih  pada masyarakat di kawasan Rampok adalah terganggunya pemasangan pipa PDAM di kawasan tersebut karena pemasangan sebelumnya sudah sangat maksimal dan jika di lakukan pemasangan baru maka dapat mengganggu pemasangan yang sudah lebih dulu ada.
        Dari kasus tersebut, masyarakat di kawasan Rampok sebenarnya bisa membuat satu laporan dan laporan tersebut dapat diajukan kepada perusahaan BUMN dimana setiap perusahaan tersebut dapat melakukan kegiatan CSR (Coorporate Social Responsibility) atau dikenal sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
        Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang memang dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala khususnya seperti masalah yang dirasakan oleh warga di kawasan Rampok tersebut merupakan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan akan air bersih.
        Harapannya jika perusahaan BUMN tersebut setuju dan CSR pun dapat berjalan maka ada peluang lain yang dapat dilakukan dan ada solusi lain terhadap pemecahan dari sulitnya kebutuhan air tersebut. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain dengan menggalakan gerakan menanam pohon, konservasi lahan,pelestarian hutan dan daerah aliran sungai, membangun tempat penampungan air, membangun sumur resapan atau biopori dan menanggulangi sumber air dari pencemaran seperti limbah pabrik,dsb. Semua kegiatan tersebut sebagai salah satu alternatif yang dapat di lakukan untuk membantu masyarakat agar kebutuhan air bersihnya cukup terpenuhi.




BAB III
PENUTUP

·       KESIMPULAN
Kebutuhan air bersih sangat diperlukan untuk kebutuhan hidup sehari-hari oleh setiap orang, hal itu juga dirasakan oleh masyarakat dikawasan Rampok tetapi kawasan mereka terhambat aliran air nya dikarenakan terganggunya pemasangan PDAM pada kawasan tersebut.
Masyarakat berharap adanya solusi dan jalan keluar lain melalui bantuan kegiatan dari perusahaan BUMN yang dikenal sebagai kegiatan CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk mencari solusi dan tindakan lain seperti melakukan kegiatan penanaman pohon,konservasi lahan serta membuat penampungan air agar dapat membantu sedikit banyak kebutuhan air untuk masyarakat sekitar kawasan Rampok.