ANALISIS PERMASALAHAN PRESENTASI BISNIS
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Christin Yulianti ( 1721200022 )
Dosen Pengampu : Charisma Ayu Pramuditha,MHRM
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Multi Data Palembang
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Kuasa atas segala limpahan rahmat
dan kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tetang Franchise ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat menjadi referensi bagi pembisnis baru dalam
memulai usahanya khususnya dibidang makanan.
Harapan saya semoga
makalah ini dapat membantu serta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para
membaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah sehingga
kedepannya dapat lebih baik lagi.
Makalah ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun
isi makalah. Oleh sebab itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Palembang, November 2019
Penyusun
Christin Yulianti
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Presentasi
dilakukan untuk menyampaikan informasi atau pemikiran-pemikiran baru mengenai
suatu masalah agar dapat dipahami oleh audience. Namun tidak semua orang bisa
melakukan presentasi. Hal ini dikarenakan prosentasi dilakukan banyak orang,
bahkan tidak jarang audience belum kenal sama sekali oleh presentator. Sehingga
wajar jika presentator merasa gugup dan grogi yang akhirnya dapat mempengarui
penampilannya di hadapan audience. Persiapan yang kurang sangat mempengaruhi
seseorang ketika akan berpresentasi. Latihan dan memahami masalah yang akan
dibahas terlebih dahulu, terkadang orang yang sudah mahirpun tetap akan merasa
gugup pada awalnya. Ada beberapa trik dan tahap yang perlu diperhatikan dalam
melakukan presentasi agar bisa lancar dan tidak terlalu gugup
Presentasi adalah suatu
kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi.
presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi
kepada orang lain. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam
acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara
bisnis.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara berbicara dan
presentasi dalam lingkungan bisnis?
2. Bagaimana persiapan berbicara dan
presentasi?
3. Bagaimana cara untuk mengembangkan
presentasi?
4. Apa saja seni penyampaian
presentasi?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui cara berbicara dan
presentasi dalam lingkungan bisnis.
2. Untuk mengetahui persiapan
berbicara dan presentasi.
3. Untuk mengetahui cara untuk mengembangkan
presentasi.
4. Untuk mengetahui seni penyampaian
presentasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Berbicara dan Presentasi dalam Lingkungan
Bisnis
Presentasi bisnis bagi para
staf manajer pada semua level/tingkatan dalam suatu perusahaan berskala
menengah dan besar merupakan hal yang biasa. Baik dalam
kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan
teknologi informasi.
A. Tujuan Presentasi Bisnis
Presentasi
bisnis dapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalm setiap kegiatan
bisnis. Seorang pembicara yang melakukan presentasi di hadapan audiens tentunya
memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Untuk melaksanakan hal tersebut
diatas tentu dibutuhkan kesiapan mental dan pemahaman materi yang ingin
disampaikan, alat bantu yang digunakan serta pemahaman yang baik terhadap
audiens.
B. Persiapan Dasar
Presentasi
yang baik haruslah didahului dengan persiapan yang matang, karena dengan
melakukan persiapan setidaknya kita telah memiliki bahan yang akan kita
sampaikan. Persiapan-persiapan tersebut meliputi :
1. Penguasaan terhadap topik atau
materi yang akan dipresentasikan.
Penguasaan
terhadap materi yang akan disampaikan merupakan hal terpenting dalam sebuah
presentasi. Berhasil atau tidaknya sebuah presentasi bergantung pa kemampuan
pembicara dalam memahami setiap detail hal-hal yang terkan dung dalam isi
materi presentasi.
2. Penguasaan berbagai alat bantu
presentasi dengan baik.
Presentasi
yang baik bukan hanya terlihat dari isi materi yang disampaikan tetapi juga
dipengaruhi oleh bagaimana cara membawakannya. Apabila penyampaian presentasi
dilakukan secara menarik, maka audiens akan merasa senang.
3. Menganalisis siapa audiens.
Agar
tujuan presentasi dapat tercapai, maka pembicara perlu mengenal siapa
sebenarnya yang menjadi audiens. Metode yang digunakan adalah dengan
menggunakan kata tanya seperti apa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana, maka
pembicara akan dapat menidentifikasi tentang siapa sebenarnya audiens yang
dimaksud.
C. Tahap-Tahap Presentasi Lisan
Dalam Komunikasi Bisnis
Presentasi
yang dilakukan secara lisan haruslah disampaikan secara sistematis. Hal ini
untuk mencegah agar apa yang telah dan akan disampaikan tidak keluar dari topik
utama pembicaraan, setidaknya dalam melakukan presentasi lisan harus
memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Persiapan berbicara
(presentasi) yang berisi penetapan tujua, analisis audiens, perencanaan isi,
panjang dan gaya bicara.
2. Pengembangan presentasi
meliputi pembukaan, pokok-pokokpresentasi, penutup, tanya jawab dan alat bantu
visual.
3. Penyampaian presentasi atu
pidato.
D. Mengakhiri Presentasi
Setiap
presentasi, apakah presentasi itu pendek atau panjang, memerlukan pendahuluan
pesan dan mengkaji pesan pada bagian akhir. Bagian akhir dari presentasi
disebut juga dengan penutup biasanya berisi kesimpulan dan beberapa hal yang
dijadikan rekomendasi untuk pelaksanaan suatu kegiatan
2.2
Persiapan Berbicara dan Presentasi
Persiapan
berbicara atau presentasi, relatif sama dengan persiapan dalam menyusun
pesan tertulisuntuk dikirimkan kepada audience. Saluran yang
digunakan dalam media presentasi adalah saluran lisan.
Karenanya, diperlukan beberapa teknik komunikasi khusus yang berbeda
dengan komunikasi tertulis.
Ketrampilan
berbicara di depan umum (public speaking) atau melakukan
presentasi (presentation) secara efektif dengan bahasa
lisan (verbal) adalah kebutuhan bagi orang-orang yang ingin sukses. Apapun
profesi atau pekerjaan seseorang: politisi, pejabat pemerintah, manajer
perusahaan, pegawai atau karyawan, professional, ilmuwan, pengusaha, dan guru –
suatu saat pasti dituntut untuk berbicara atau memberi presentasi di depan
orang banyak – dan kemampuannya berbicara itu secara langsung maupun tidak
langsung akan membawa dampak bagi pekerjaan atau diri pribadinya.
Teknik dalam berbicara di depan
umum dan presentasi, dimana menurut beberapa pakar public speaking, seorang pembicara umum perlu memperhatikan
hal-hal berikut ini:
1. Pendekatan dan Permulaan
Begitu
Anda berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak
dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk
meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang
meyakinkan untuk diucapkan.
2.3 Cara Pengembangan
Presentasi Bisnis
Di
dalam presentasi bisnis, audiens pada umumnya sudah siap untuk mendengarkan apa
yang akan dipresentasikan. Seperti halnya laporan tertulis, sebagian besar
presentasi bisnis dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari
audiensnya. Meskipun presentasi bisnis bisa mengandung unsur humor, tetapi
presentasi bisnis tidak semata-mata dimaksudkan untuk memberi hiburan. Secara
umum, format presentasi terdiri dari 3 bagian yaitu bagian pembukaan, bagian
isi, dan bagian penutup.
1. Bagian
Pembukaan
Bagian
pembukaan berisi/bertujuan mendapatkan perhatian audiens, membangun kepercayaan
diri, dan mempersiapkan audiens. Oleh karena itu, bagian pembukaan harus dibuat
menarik agar audiens tertarik dan siap menerima presentasi.
a. Menarik
perhatian audiens
Sebelum
pembicara menyampaikan materi presentasi, ia harus dapat menarik perhatian
audiens terlebih dahulu. Mendapatkan perhatian audiens merupakan faktor penting
dalam kesusksesan presentasi. Oleh karena sebaik apapun persiapan presentasi
yang telah dilakukan, tanpa perhatian dari audiens, presentasi tidak ada
maknanya
b. Intensitas
Sesuatu
yang lain dari hal yang ada di sekitarnya akan menarik perhatian, contohnya
cahaya, suara, bau, dan objek. Cara menarik perhatian dengan intensitas dapat
dilakukan dengan menampilkan objek, baik melalui OHP maupun viewer, atau
menunjukkan objek yang tidak dibawa atau tidak dimiliki audiens.
c. Gerakan
Objek
yang bergerak biasanya lebih menarik daripada objek yang diam. Seorang
pembicara yang tadinya duduk kemudian membuat gerakan berdiri akan lebih
menarik perhatian audiens.
d. Keakraban
Salah
satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan mengacu pada keakraban. Jika
pembicara dapat mengenali audiens, baik dalam hal nama, jabatan, atau prestasi,
maka pembicara tersebut lebih menarik perhatian audiens daripada tidak mengenal
sama sekali.
2. Bagian
Isi (Body)
Bagian
isi atau sering disebut batang tubuh merupaka bagian terpenting dari
presentasi, sedangkan bagain pembukaan dan penutup merupakan sarana yang
mendukung bagian isi. Pada bagian isi semua latar belakang, pokok pikiran, alasan-alasan,
dan kesimpulan dikemukakan. Oleh karena itu, bagian isi harus memiliki struktur
yang jelas, dengan urutan pembahasan yang mudah dipahami dan berusaha
mempertahankan perhatian audiens.
3. Bagian
Penutup
Bagian
penutup harus terstruktur sehingga audiens memahami ide pokok yang disampaikan.
Lebih dari itu, pada bagian ini pembicara harus memperhatiakan 3 hal yaitu (1)
meringkas dan mengulang pokok pikiran; (2) menggarisbawahi tahap selanjutnya;
dan (3) menutup dengan pesan positif
4. Periode
Tanya Jawab
Periode tanya jawab adalah
suatu sesi yang hampir selalu ada dalam presentasi. Tanya jawab di maksudkan
untuk membantu audiens lebih memahami pesan yang kita sampaikan. Namun sering
kali sesi tanya jawab menyebabkan ketakutan bagi presenter, yaitu ketakutan
jika tidak bisa menjawab pertanyaan dan ketakutan tidak bisa memberikan jawaban
yang maksimal.
Dalam menjawab pertanyaan
audiens, presenter harus bersifat objektif, sabar, dan tidak berkesan
merendahkan. Dengan demikian, sesi tanya jawab itu dapat membantu pembicara
atau presenter dalam mencapai tujuan presentasi, bukan malah sebaliknya.
2.4 Seni Penyampaian
Presentasi Bisnis
Ada berbagai seni dalam
penyampain presentasi bisnis yaitu, sebagai berikut:
1. Penggunaan Visual Aid
Dalam presentasi bisnis yang
bersifat formal, pembicara memerlukan visual aid. Beberapa manfaat penggunaan
visual aid adalah
· Dapat menyederhanakan materi
yang kompleks sehingga mudah dipahami audiens
· Visual aid dapat membantu, baik
pembicara maupun audiens untuk mengingat informasi penting dari presentasi itu.
Dalam penggunaan visual aid ada
berbagai hal yang perlu di perhatikan salah satunya, yaitu:
a. Menyusun Visual Aid
Dalam presentasi, pembicara
dapat menggunakan dua jenis visual aid, yaitu:
· Visual aid alam bentuk tulisan
(text visual aid).
Pada umumnya, visual aid dalam
bentuk tulisan digunakan untuk menunjukkan suatu kesimpulan presentasi atau
untuk menunjukkan garis presentasi.
· Visual aid dalam bentuk grafik
(graphic visual aid)
b. Memilih Media Visual Aid
Setelah memahami dua bentuk visual aid, yaitu
tertulis dan grafik, selanjutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya
dalam suatu presentasi. Media yang dapat digunakan untuk menyampaikan visual
aid tersedia dari yang paling sederhana seperti handout sampai yang modern,
yaitu komputer. Berikut akan dibahas masing-masing media secara singkat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Presentasi
bisnis kerap kali dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan
masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi.
Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang
keberhasilan presentasi secara efektif.
Presentasi
bisnis memiliki empat tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis,
menghibur audiens, menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk
melakukan sesuatu. Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja
bertujuan untuk sekedar menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens.
Sebelum melakukan presentasi bisnis perlu dipersiapkan beberapa hal seperti
penguasaan materi yang ingin disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi
bisnis, menganalisa audiens dan menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya
presentasi bisnis.
Alat
bantu presentasi bisnis yang ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya
mulai dari yang paling sederhana sampai pada alat bantu visual elektronik
dengan teknologi canggih. Sebagai sarana pendukung dalam presentasi bisnis,
alat bantu itu diharapkan mampu memperjelas pemahaman para audiens dalam
menangkap suatu materi dan menarik bagi audiens.
