Jumat, 18 Januari 2019

Tugas Akhir Lingkungan Bisnis - Kunjungan ke PT Cayaha Murni Swirindo


MAKALAH
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
( PT CAHAYA MURNI SWIRINDO )

OLEH :
MUHAMMAD RIZKY
CHRISTIN YULIANTI
LAILATUL IKMALIYAH
RISMA PRILITA
REVIRA ROSSA

DOSEN PEMBIMBING
CHARISMA AYU PRAMUDITHA, M.HRM

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang (STIE.MDP)
PALEMBANG
2019
  

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi pembaca dan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
Harapan saya semoga makalah ini membantu serta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca sehhingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
Makalah ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun isi makalah.Oleh karena itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.







Palembang, Januari  2019
Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Profil Perusahaan
PT Cahaya Murni Swirindo  adalah perusahaan pengerak furniture terbesar dan distribusinya tersebar di Indonesia. Cahaya Buana dikenal lewat produk-produk furniturenya yang begitu variatif. Cahaya Buana adalah perusahaan Furniture yang berkarya unggul dalam berbagai aspek untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan, karyawan, pemegang saham, Negara dan Masyarakat. Cahaya Murni Swirindo bertekad menjadi perusahaan furniture yang memimpin pasar dan memiliki citra positif serta kondusif bagi semua pihak sehingga diakui sebagai asset nasional.
Unggul berkarya puas bekerjasama “Striving for Excellence and Satisfaction”, Cahaya Murni Swirindo memiliki beragam merek mereka. Dimulai dari Spring bed, bed dorong, bed-car, kasur busa, kursi & meja plastik, BCBC, stockcase, kitchen set, office set, lemari pakaian, dan furniture lainnya. Jika ditanya soal produknya, siapa yang tidak mengenal kasur busa Bola Dunia atau BigFoam. Lalu springbed muncul dengan merek merek mereka yakni Bigland spring bed. BIGLAND : The Fashionable Spring Bed, sudah menjadi trendsetter dan agent of change di dunia springbed nasional maupun internasional.
Dengan futuristic design dan fashion based. konsumen di manjakan dengan tampilan yang sesuai dengan perkembangan fashion di dunia springbed. Lalu Berbagai furniture set produksi mereka seperti KEA Panel, APanel, Bigpanel, hingga ComPanel. Hingga internasional character berlisensi baik meja, kursi, lemari susun (stockcase), container plastik merek Napolly top.
Napolly adalah bagian dari Cahaya Murni Swirindo yang bergerak dibidang plastic furniture. Bahkan produk mereka memiliki lisensi dari karakter-karakter yang mungkin anda tau seperti Frozen, Spiderman, Sofia The First, Hello Kitty dan lainnya. Produk Napolly The Big Top Plastik, begitu banyak variasi seperti kursi, meja, container, BCBC, lemari susun (Stockcase), dan lainnya. Napolly tidak hanya mengedepankan desain yang menarik, namun juga kualitas yang tak kalah bagus jika dibandingkan produk lainnya. Karena Napolly telah dikenal sebagai international character lisenced plastic furniture. 



1.2    Perkembangan Perusahaan
Pak Atong.  Begitu ia dipanggil sehari-hari. Siapa dia? Di pentas bisnis di Tanah Air lelaki yang memiliki nama lengkap Simarba Atong ini barangkali belum banyak dikenal. Padahal, produk yang dihasilkan perusahaannya sudah mengunjungi konsumen di Palembang sejak 1979. Bahkan,  ia pula  yang turut melahirkan dan membesarkan merek furnitur yang sangat populer di Indonesia: Olympic.  Ya, dia memang adik kandung Au Bintoro (bos Grup Olympic). Atong sendiri sudah melahirkan merek besar  yang amat disukai konsumen: Napolly (kursi plastik) dan Bigland (spring bed). 
Ia memulai terjun ke panggung bisnis pada 1979 di Palembang dengan memproduksi busa untuk kasur, sofa dan matras bersama saudara-saudaranya. Setelah berkembang cukup baik, Atong, Au Bintoro dan Edi Mulyanto -- kakak beradik dari 13 bersaudara ini -- mengibarkan merek Olympic untuk furnitur knocked down. Kemudian, tahun 1986 Atong pula yang mengembangkan jaringan distribusi Olympic di seluruh Indonesia, dari Medan sampai Jayapura, dengan mendirikan PT Cahaya Sakti Multi Intraco (CASMI). Jalur distribusi yang dibentuknya berkembang dengan baik dan mampu menopang pemasaran produk-produk perusahaan.
Alasan lebih kuat lagi yang membuat mereka bertiga berpisah adalah karena memikirkan generasi selanjutnya dari masing-masing keluarga. Untuk itu, ada pembagian aset perusahaan baik  pabrik maupun karyawan. Furnitur yang berbasis kayu diserahkan ke Au dan bisnis yang nonkayu dipegang Atong. Sementara itu,  Edi mengelola bisnis properti.

Setelah pisah, cikal bakal perusahaan yang dulu di luar Olympic ia kembangkan, yaitu bisnis busa untuk kasur busa, matras dan sofa. Nama perusahaan itu adalah PT Cahaya Murni Swirindo.  Dulu, sambil membesarkan bisnis Olyimpic, saya tetap mengembangkan bisnis ini, Atong menjelaskan. Karena itu, ketika mereka berpisah, Atong sudah mempunyai pabrik busa di luar Palembang. Ia adalah orang pertama di Sumatera yang mengembangkan teknologi, menciptakan dan memproduksi spring bed di tahun 1989.

Lini bisnis perusahaan Atong kemudian berkembang ke mebel plastik. Waktu itu ia mengamati bahan baku kayu yang terus menipis. Maka, ia tertantang memproduksi furnitur bukan dari kayu, tapi dari plastik.  Maka, muncullah merek Napolly. Merek ini  diambil dari nama bahan baku biji plastik, yakni polipropilene. Dan kebetulan nama anak Atong sendiri bernama Poli.

Kini, Atong memiliki 24 pabrik perakitan (assembling),  tersebar di seluruh Indonesia. Dengan strategi ini, harga semua produk di seluruh Indonesia tidak terlalu jauh berbeda, ia lebih cepat menyuplai kebutuhan pasar di wilayahnya masing-masing, memudahkan penjualan dan tentu saja lebih hemat atau efisien. Memang, tidak semua pabrik itu memproduksi bahan-bahan baku untuk membuat spring bed,  kasur busa,  furnitur plastik ataupun sofa. Misalnya, ada beberapa unit pabrik yang membutuhkan pasokan per kawat atau kain list untuk spring bed, maka ia mengusahakan bahwa semua bahan baku dibuat sendiri, kecuali bahan baku kain, biji plastik dan bahan kimia.

Ke depan, Atong juga berkeinginan memboyong teknologi dan SDM Cahaya Murni Swirindo ke luar negeri. Saat ini,  ia memang mengekspor produknya, tapi tergantung pada pembeli di luar negeri. Ia ingin lebih dari itu, yakni membuka pabrik, memiliki teknologi sendiri dan mengirim SDM ke mancanegara. 




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Analisis SWOT
    
1. Strength ( Kekuatan )
·         Kualitas mutu yang terjaga, pengerjaan dilakukan dan juga diperhatikan agar produk yang dihasilkan lebih rapi, kuat dan tahan lama.
·         Harga jual yang kempetitif, dapat bersaing dengan produk pesaing, agar pelanggan akan lebih diringankan dalam hal biaya dan perusahaan dapat menjaga angka penjualannya.
·         Produk dengan mudah dapat ditemukan dipasaran karena sudah banyak tersebar di berbagai toko furniure
·         Sumber daya keuangan yang memadai, sehingga hal-hal yang bersifat financial perusahaan berjalan dengan lancar.

2. Weakness ( Kelemahan )

·         Belum ada media belanja Online untuk transaksi pembelian, saat ini untuk membeli produknya hanya dapat di beli di toko saja
·         Tidak memelihara hubungan jangka panjang dengan pelanggan, dimana kontak antara perusahaan dengan pelanggan hanya terjadi pada saat transaksi.

3. Opportunity ( Peluang)

·         Terbukanya pasar ekspor, sehingga membuka peluang dari usaha furniture ini dan nantinya akan di kembangkan untuk masa mendatang.
·         Pangsa pasar Indonesia sangat besar, sebagian penduduk terdiri dari menengah kebawah dan akan lebih potensial untuk berkembang.
·          Maraknya pembangunan rumah hunian dan perkantoran, sehingga meningkatkan demand atas kebutuhan furniture.
·          Perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga memudahkan dalam memperkenalkan dan mengembangkan produk secara lebih luas.

4. Threat ( Ancaman )
·         Persaingan dengan produk furniture murah yang di impor dari China dan Vietnam, dengan kualitas yang hampir sama dan harga lebih murah akan menarik minak konsumen.
·         Krisis ekonomi global menurunkan permintaan konsumen.
·         Tingginya harga bahan baku akibat pengaruh naiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar.
·         Perekonomian Indonesia belum stabil, tentu saja hal ini dikarenakan laju inflasi yang cukup tinggi.


2.2 Pemasaran Perusahaan
PT Cahaya Murni Swirindo dalam memasarkan produknya saat ini sudah berkembang cukup pesat. Dapat dilihat dari berbagai produk yang digunakan seperti kursi plastic,spring bed sampai ke meja belajar anak dll dapat dengan mudah di temukan karena minat konsumen akan produk yang di keluarkan oleh PT Napolly ini sendiri cukup banyak peminatnya.
Untuk memasarkan Produknya sendiri PT Cahaya Murni Swirindo sebagai distributor bergerak aktif dalam memasarkan produknya di berbagai toko di Pasar maupun pusat perbelanjaan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga pelanggan dapat langsung membeli produknya langsung ke pabrik tempat pembuatannya langsung.
Media Sosial juga digunakan untuk memasarkan produk dari PT Napolly ini sendiri,  namun untuk penjualannya sendiri konsumen belum dapat membeli secara online produk yang mereka inginkan tetapi media Website dari PT Napolly ini sendiri dapat di nikmati oleh konsumennya sendiri sebagai media untuk melihat produk-produk apa saja yang terbaru dan juga motif terbaru yang dikeluarkan oleh PT Napolly.
2.3 Pengelolaan SDM
Pengelolaan manusia sebagai aset yang paling penting bagi perusahaan dimulai dari penentuan jabatan yang dibutuhkan perusahaan atau seberapa banyak jabatan yang akan diperlukan. Kemudian, penentuan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing masing jabatan. Untuk menduduki jabatan diperlukan keterampilan tertentu. Oleh karena itu, perusahaan juga harus menentukan persyaratan jabatan untuk menduduki jabatan tersebut. Kegiatan ini dikenal dengan nama analisis jabatan.
Setelah analisis jabatan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah merencanakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan analisis jabatan yang sudah dibuat. Perencanaan tenaga kerja meliputi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, serta persyaratan yang diinginkan. Hal ini penting agar perusahaan tidak mengalami kekurangan atau kelebihan karyawan.
Langkah selanjutnya setelah perencanaan tenaga kerja selesai adalah melakukan pengadaan tenaga kerja. Pengadaan meliputi penarikan karyawan (rekrutmen) dan seleksi. Penarikan pegawai disesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan yang diinginkan. Penarikan pegawai dapat dilakukan melalui referensi (kenalan) atau melalui iklan. Cara ini dapat dilakukan dengan cara menempelkan brosur di lembaga pendidikan tinggi atau pusat-pusat pelatihan atau dapat pula dilakukan dengan cara lain, seperti dari surat lamaran yang masuk. Agar tenaga kerja yang terjaring sesuai dengan keinginan dalam informasi yang diberikan perlu dijelaskan persyaratannya, misalnya umur, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman kerja, atau syarat lainnya.
Karyawan yang telah lolos seleksi berminat akan mengajukan lamaran kerja sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Biasanya jumlah yang melamar jauh lebih banyak dibanding yang dibutuhkan. Tugas selanjutnya adalah menyeleksi pelamar yang ada dengan kritaeria sesuai dengan persyaratan. Pemilihan ini dimulai dari seleksi surat lamaran, tes umum, wawancara, psikotes, sampai dengan tes kesehatan. Syarat untuk lolos bagi seorang pelamar adalah sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Karyawan yang telah lolos seleksi dibagi dalam dua kategori. Pertama, mereka yang langsung dapat bekerja karena sudah berpengalaman kerja sebelumnya. Kedua, mereka yang belum memiliki pengalaman kerja. Kelompok yang belum memiliki pengalaman kerja perlu diberikan pelatihan terlebih dahulu. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, keahlian mereka bertambah atau meningkat sehingga siap untuk dipekerjakan.
Tugas perusahaan selanjutnya adalah menentukan kompensasi yang akan diterima karyawan. Besarnya kompensasi ditentukan oleh berbagai factor, seperti pendidikan, jabatan, wewenang dan tanggung jawab, serta faktor-faktor lainnya. Kompensasi ini dari waktu ke waktu terus bergerak. Jenis kompensasi yang diberikan dapat dalam bentuk keuangan atau nonkeuangan.
Setelah mulai bekerja, karyawan sudah dapat merencanakan kariernya sampai karyawan tersebut berhenti bekerja. Dalam perencanaan karier beberapa persyaratan tertentu, namun yang menentukan adalah karyawan itu sendiri.



2.4 Pengelolaan Operasional

1. Gunakan SDM secara efisien

Menggunakan sumber daya secara efektif adalah salah satu cara untuk meningkatkan kinerja bisnis Anda. Sumber daya yang digunakan pun bisa bermacam-macam bentuknya. Sebagai permulaan, investasi dalam bentuk peralatan untuk menunjang bisnis sangatlah diperlukan.Jika Anda belum bisa memiliki peralatan yang memadai pun tidak perlu khawatir. Anda bisa mencari jasa yang menyediakan kebutuhan bisnis Anda, seperti packaging, jasa pengiriman, percetakan, dan perintilan penting lainnya.

2. Pekerjakan karyawan Anda dengan baik
Meskipun Anda harus memastikan setiap hal kecil dari bisnis Anda berjalan dengan lancar, jangan sampai semua pekerjaan Anda tangani sendiri. Jangan sungkan untuk memberi pekerjaan kepada karyawan Anda sehingga tiap karyawan punya perannya masing-masing. Memberikan peran yang detil dan jelas kepada karyawan adalah bukti Anda melakukan manajemen karyawan dengan baik.
Jangan lupa juga untuk mengatur hak serta benefit yang layak untuk karyawan Anda, seperti misalnya jatah cuti, bonus, tunjangan hari raya, uang lembur, dan lain sebagainya. Dengan demikian, karyawan Anda akan merasa senang, kerja penuh semangat, serta loyal dengan perusahaan Anda.

3. Otomatiskan beberapa pekerjaan Anda
Selama ada pekerjaan yang bisa Anda buat secara otomatis, lakukan lah. Misalnya seperti membuat sistem payroll untuk membayar gaji tiap karyawan Anda atau sekadar mengirimkan struk kepada vendor. Lagi-lagi gunanya adalah untuk menghemat waktu agar Anda dan karyawan lainnya dapat mengerjakan pekerjaan lain yang lebih produktif.Anda juga bisa menggunakan fitur Ingredient Inventory pada aplikasi kasir Moka dapat secara otomatis mengetahui keluar masuknya inventaris secara real time sehingga Anda tidak perlu lagi menghitungnya secara manual.

4. Gunakan software untuk mengatur keuangan
Mengatur keuangan di dalam bisnis Anda bukanlah perkara mudah. Apalagi jika harus membuat laporan akhir tahun guna keperluan pembayaran pajak. Di sini lah gunanya Anda menggunakan software untuk mengatur keuangan Anda. Sekarang pun sudah banyak software yang dapat mengatur keuangan Anda, seperti Sleekr dan Jurnal. Beberapa software ini menyediakan beragam fitur keuangan untuk Anda gunakan, seperti untuk membuat laporan keuangan, perhitungan pajak, serta payroll.

5. Manfaatkan teknologi untuk menunjang bisnis Anda
Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat. Tak jarang, pemanfaatan teknologi ini dapat membuat operasional bisnis yang Anda miliki menjadi lebih efisien. Misalnya, penggunaan aplikasi kasir Moka secara efisien dapat membantu Anda untuk mengurangi biaya operasional. Misalnya dengan fitur Inventory Management, Anda dapat mengetahui informasi dari supplier Anda saat hendak menambah stok. Anda dapat mengubah sistem pembelian dari harian menjadi mingguan. Dengan begini, Anda melakukan penghematan biaya antar jemput barang. Selanjutnya, Purchase Order akan diberikan kepada supplier untuk mengetahui berapa banyak stok yang Anda pesan.


2.5 Cara Quality Control Perusahaan
  • Memantau perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.
  • Bertanggung jawab untuk memantau, menganalisis, meneliti, menguji suatu produk.
  • Memverifikasi kualitas produk
  • Quality Control bertanggung jawab memonitor setiap proses yang terlibat dalam produksi produk.
  • Memastikan kualitas barang produksi sesuai standar.
  • Merekomendasikan pengolahan ulang produk-produk berkualitas rendah.
  • Bertanggung jawab untuk dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada produk dari sebuah perusahaan.
  • Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya untuk referensi di masa mendatang.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
          Berdasarkan hasil tinjauan langsung kami di lapangan tempat produksi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa usaha di bidang furniture ini dapat dikatakan sebagai usaha yang sangat menggiurkan dimana dapat kami lihat langsung produksi setiap harinya dengan berbagai sift pegawai yang beragam untuk terus memproduksi barang tanpa henti membuat kami sadar bahwa bisnis di bidang furniture ini sangat menguntungkan.
          PT Cahaya Murni Swirindo ini sendiri berkomitmen bahwa produk yang mereka hasilkan sampai saat ini masih sangat diminati oleh pelanggannya didorong oleh kualitas barang yang selalu di jaga dan inovasi produk mulai dari desain,bentuk dan produk sangat mudah di temukan di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau membuat PT Cahaya Murni Swirindo tetap solid untuk menciptakan produk furniture yang tetap menjaga kualitas serta tetap setia dihati pelanggannya.

3.2 Inovasi dan Saran
     Inovasi dan Saran dari kelompok kami untuk  PT Cahaya Murni Swirindo ini ialah  kami membuat inovasi tentang bagaimana konsumen dari Produk Napolly ini sendiri  dapat mengakses produk melalui media social atau dapat melalui pembelian online melalui Website resmi dari PT Cahaya Murni Swirindo sendiri.
Tujuan kami membuat inovasi ini ialah agar konsumen dapat dengan leluasa      memilih atau melihat produk apa saja yang terbaru yang di ciptakan tanpa harus melihat langsung ke Toko atau tempat produksinya langsung, dari segi waktu hal ini sudah sangat membantu para pekerja atau Ibu Rumah Tangga untuk dapat memanfaatkan media social sebagai media untuk berbelanja secara online.