MAKALAH MSDM
Pelatihan dan Pengembangan pada Pekerja Migran
OLEH
:
CHRISTIN
YULIANTI (1721200022)
DOSEN PEMBIMBING
CHARISMA AYU PRAMUDITHA,B.Tech Mgt.MHRM
Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang (STIE.MDP)
PALEMBANG
2019
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan
kuasanya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi pembaca dan dapat
memberikan manfaat bagi banyak orang.
Harapan
saya semoga makalah ini membantu serta dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca sehhingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
Makalah
ini saya akui masih sangat banyak kekurangan baik dari bentuk maupun isi
makalah.Oleh karena itu saya harapkan para pembaca dapat memberikan masukan
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Palembang,
April 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Rendahnya daya serap angkatan kerja di
Indonesia membuat enam juta orang harus meninggalkan kampung halaman dan
merantau ke negeri orang demi menyelamatkan ekonomi keluarga. Mereka mayoritas
adalah perempuan dan kini tersebar di Timur Tengah sebanyak 1,8 juta orang,
Malaysia 1,2 juta orang, dan Hong Kong sekitar 137.000.
Mereka adalah para buruh migran
Indonesia yang acap dijuluki pahlawan devisa. Setiap tahun mereka mengalirkan
uang ke negeri ini lebih dari US$ 8 miliar atau setara Rp 112 triliun. Namun,
kepergian tenaga kerja perempuan yang sebagian sudah berkeluarga itu menyisakan
persoalan tersendiri. Seperti yang terjadi pada buruh migran di Hong Kong,
banyak di antara mereka yang terpaksa harus bercerai dari suami.
Pelatihan dan pengembangan mempunyai
kegunaan pada karier jangka panjang keryawan untuk membantu menghadapi tanggung
jawab yang lebih besar di waktu yang akan datang. Program ini tidak hanya
bermanfaat pada individu karyawan tetapi juga pada organisasi. Perkembangan dan
pertumbuhan perusahaan mempersyaratkan ketersediaan sumberdaya manusia yang
andal. Upaya menyediakan sumber daya tersebut dapat diperoleh melalui
peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang
berkualifikasi menurut kebutuhan perusahaan dapat diperoleh melalui program
pelatihan dan pengembangan karyawan.
Pelatihan dan pengembangan karyawan
merupakan faktor yang mendorong tercapainya kompetensi karyawan sehingga dapat
memberikan kinerja terbaik pada perusahaan. Perusahaan perlu mengidentifikasi
kebutuhan organisasi sehingga perusahaan dapat menerapkan jenis program pelatihan dan pengembangan yang
akan diberikan kepada individu dalam organisasi.
Karyawan yang memiliki kompetensi
terhadap pekerjaannya akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tahapan
jenjang karir dan akan mencapai jenjang karir yang baik. Kegiatan dalam
pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian dan kompetensi.
Kegiatan pelatihan dilakukan melalui kegiatan pengajaran, pendidikan dan
pelatihan yang meliputi materi ilmu pengetahuan, ketrampilan dan keahlian.
Kegiatan dalam pengembangan karyawan bertujuan untuk mempersiapkan karyawan
agar dapat menyesuaikan diri terhadap tugasnya. Pengembangan karyawan memberi
kesempatan kepada karyawan untuk bersosialisasi terhadap tugas dan lingkungan
pekerjaannya, dengan demikian program pelatihan dan pengembangan memberi
peluang terhadap karyawan agar dapat berperan dalam perusahaan.
1.2.Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui
dan memahami apa itu Pelatihan dan Pengembangan SDM yang ada pada sebuah
organisasi terhadap pengembangannya,pemanfaatan, serta efektivitas yang
diterima oleh perusahaan serta untuk penyerapan ilmu mata kuliah Pelatihan dan
Pengembangan SDM khususnya dalam hal peranan pelatihan dan pendidikan yang juga
berperan pada pengembangan SDM yang merupakan bagian dari Manajemen itu
sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pelatihan
Karyawan
Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki
performasi pekerjaan pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi jawabnya
atau suatu pekerjaan yang ada kaitannya dengan
pekerjaan supaya efektif. Pelatihan biasanya harus mencakup pengalaman
belajar, aktifitas-aktifitas yang terencana dan desain sebagai jawaban atas
kebutuhan-kebutuhan yang berhasil diidentifikasikan.
Pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan
berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan pekerjaan tertentu, terperinci dan
rutin (Handoko, 2001:104). Pelatihan memiliki peran penting dalam menentukan
efektifitas, efisiensi perusahaan serta kinerja karyawan. Simamora (2003:349)
mengemukakan manfaat pelatihan, yaitu : 1.)menciptakan sikap, loyalitas dan
kerjasama yang lebih menguntungkan meningkatkan kuantitas dan kualitas
produktifitas 2.)mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar
mencapai standar-standar kinerja yang dapat diterima 3.)membantu dalam
meningkatkan dan pengembangan pribadi
karyawan 4.)memenuhi kebutuhan-kebutuhan perencanaan sumber daya manusia.
Setiap organisasi mengadakan pelatihan mempunyai alasan tertentu yang mana akan
mendidik setiap karyawan atau anggotanya agar menjadi lebih trampil sehingga
dapat memberikan keunggulan bagi organisasi dan karyawan tersebut.
2.2.Pengembangan
Karyawan
Karyawan yang telah diterima kemudian ditempatkan
memerlukan program pengembangan karyawan. Pengembangan karyawan ditujukan baik
kepada karyawan baru maupun lama agar karyawan dapat mengikuti tuntutan
organisasi dan berperan serta dalam organisasi secara nyata sehingga karyawan
mampu menyelesaikan kinerja terbaik bagi organisasinya.
Simamora (2003: 268) mendefinisikan pengembangan
karyawan sebagai aktivitas pengembangan
karir karyawan terhadap organisasi, penyediaan landasan bagi karyawan agar
dapat berprestasi secara efektif dan menghasilkan prestasi baru dalam
lingkungan perusahaan. Pengembangan karyawan dalam pelaksanaannya seringkali
dilakukan untuk membantu karyawan memasuki dunia kerja yang kompetitif yang
berbeda dari kondisi kehidupan sebelumnya. Karyawan yang akan mengikuti program
pengembangan adalah karyawan baru agar memahami, terampil, dan ahli dalam
menyelesaikan pekerjaannya, dan karyawan lama supaya mereka lebih memahami
technical skill, human skill, conceptual skill, dan managerial skill.
2.3.Jenis
Pelatihan dan Pengembangan
Terdapat banyak pendekatan untuk pelatihan. Menurut
(Simamora:2006 :278) ada lima jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan:
1.
Pelatihan
Keahlian
Pelatihan
keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam
organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekuragan
diidentifikasi rnelalui penilaian yang
jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada
sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
2.
Pelatihan Ulang.
Pelatihan
ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya
memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk
menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi
pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus
dilatih dengan mesin computer atau akses internet
3.
Pelatihan Lintas
Fungsional
Pelatihan
lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan
untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang
ditugaskan.
4.
Pelatihan Tim
Pelatihan
tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk menyelesaikan
pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
5.
Pelatihan
Kreatifitas.
Pelatihan
kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas
dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan
gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya dan
kelaikan.
2.4 Tujuan pelatihan dan pengembangan
Tujuan diselenggarakan pelatihan dan pengembangan
kerja menurut (Simamora:2006:276) diarahkan untuk membekali, meningkatkan, dan
mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas dan
kesejahteraan. Adapun tujuan-tujuannya sebagai berikut:
1. Memperbaiki kinerja karyawan-karyawannya yang
bekerja secara tidak memuaskan karena kekurangan keterampilan merupakan calon
utama pelatihan, kendatipun tidak dapat memecahkan semua masalah kinerja yang
efektif, progaram pelatihan dan pengembangan yang sehat sering berfaedah dalam
meminimalkan masalah ini.
2. Mengembangkan keahlian para karyawan sejalan dengan
kemajuan teknologi. Melalui pelatihan, pelatih memastikan bahwa karyawan dapat
megaplikasikan teknologi baru secara efektif. Perubahan teknologi pada
gilirannya, berarti bahwa pekerjaan senantiasa berubah dan keahlian serta
kemampuan karyawan haruslah dimuktahirkan melalui pelatihan, sehingga kemajuan
teknologi dapat diintgrasikan dalam organisasi secara sukses.
3. Mengurangi waktu pembelajaran bagi karyawan baru
agar kompoten dalam pekerjaan. Seorang karyawam baru acap kali tidak menguasai
keahlian dan kemampuan yang dibutukan untuk menjadi ”job comotent” yaitu
mencapai output dan standar mutu yang diharapkan.
4. Membantu memecahkan masalah orperasional. Para
manejer harus mencapai tujuan mereka dengan kelangkaan dan kelimpahan suber
daya: kelangkaan sumberdaya finansial dan sumberdaya teknologis manusia (human
tecnilogical resourse), dan kelimpahan masalah keuangan, manusia dan
teknologis.
5. Mempersiapkan karyawan untuk promosi satu cara
untuk menarik, menahan, dan memotivasi karyawan adalah melalui program
pengembangan karir yang sistematis. Pengembangan kemampuan promosional karyawan
konsisten dengan kebijakan sumberdaya manusia untuk promosi dari dalam:
pelatihan adalah unsur kunci dalam sistem pengembangan karir. Dengan secara
berkesinambungan mengembangkan dan mempromosikan semberdaya manusianya melalui
pelatihan, manejer dapat menikmati karyawan yang berbobot, termotivasi dan
memuaskan.
2.5 Manfaat
pelatihan dan pengembangan
Pelatihan mempunyai andil besar dalam menentukan
efektifitas dan efisiensi organisasi. Beberapa manfaat nyata yang ditangguk
dari program pelatihan dan pengembangan (Simamora:2006:278) adalah:
·
Meningkatkan
kuantitas dan kualitas produktivitas.
·
Mengurangi waktu
belajar yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar
·
kinerja yang
dapat diterima.
·
Membentuk sikap,
loyalitas, dan kerjasama yang lebih menguntungkan.
·
Memenuhi
kebutuhan perencanaan semberdaya manusia
·
Mengurangi
frekuensi dan biaya kecelakaan kerja.
·
Membantu
karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka.
Manfaat di atas membantu baik individu maupun
organisasi. Program pelatihan yang efektif adalah bantuan yang berharga dalam
perencanaan karir dan sering dianggap sebagai penyembuh penyakit
organisasional. Apabila produktivitas
tenaga kerja menurun banyak manejer berfikir bahwa solusinya adalah pelatihan.
Program pelatihan tidak mengobati semua masalah organisasional, meskipun tentu
saja program itu berpotensi untuk memperbaiki situasi tertentu sekiranya
program dijalankan secara benar.
2.8.Kelemahan
pelatihan dan pengembangan
Beberapa kelemahan pelatih dapat menyebabkan gagalnya
sebuah program peltihan. Suatu pemahaman terdahap masalah potensial ini harus
dijelaskan selama pelatihan pata trainer. (Simamora:2006:282).
Kelemahan-kelemahan meliputi:
· Partisipan tidak
cukup termotivasi untuk memusatkan perhatian dan komitmen mereka.
· Sebuah teknik
dianggap dapat diterapkan disemua kelompok, dalam semua situasi dengan
keberhasilan yang sama.
· Kinerja
partisipan tidak dievaluasi begitu kayawan telah kembali kepekerjaannya.
· Informasi biaya-manfaat
untuk mengevaluasi program pelatihan tidak dikumpulkan.
· Ketidakadaan
atau kurangnya dukungan manajemen.
· Pelatihan bakal
tidak akan pernah cukup kuat untuk menghasilkan perbaikan kinerja yang dapat
diveifikasi.
· Sedikit atau
tidak ada persiapan untuk tindak lanjut
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pelatihan lebih terarah pada peningkatan kemampuan dan
keahlian SDM organisasi yang berkaitan dengan
jabatan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang
bersangkutan saat ini (current job oriented). Sasaran yang ingin dicapai dari
suatu program pelatihan adalah peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau
funsi saat ini. Pengembangan lebih cenderung bersifat formal, menyangkut
antisipasi kemampuan dan keahlian inividu yang harus dipersiapkan bagi
kepentingan jabatan yang akan datang.
Pelatihan dan pengembangan merupakan salah satu solusi
terhadap sejumlah problem penurunan kualitas kinerja organisasi atau lembaga
dan instansi yang disebabkan oleh penurunan kemampuan dan keusangan keahlian
yang dimiliki oleh karyawan atau tenaga kerja. Pelatihan dan pengembangan
bukanlah solusi utama yang dapat menyelesaikan semua persoalan organisasi,
lembaga atau sebuah instansi. Tetapi mengarah pada peningkatan kinerja para
karyawan atau tenaga kerja yang baik dan benar. Dan tujuan pelatihan dan
pengembangan adalah untuk merubah sikap, perilaku, pengalaman dan performansi
kinerja.
3.2.Saran
Dalam pelatihan pengembangan terdapat tiga tahapan
penting yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi atau instansi. Pertama
tahapan penilaian. Kedua tahapan pelatihan dan pengembangan. Ketiga tahapan
evaluasi. Dengan begitu pelatihan dan pengembangan karyawan akan menghasilkan
manfaat yang baik dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar